Waspada, Jenis Hama dan Penyakit

Apr 28, 2022 by admin
Waspada, Jenis Hama dan Penyakit

Hama pada tanaman hidroponik

Waspada, Jenis Hama dan Penyakit

Hama Tanaman Hidroponik – Pengendalian dan Cara Mengatasinya Hama sebenarnya adalah makhluk hidup yang mencari makanan untuk bertahan hidup. Namun keberadaannya yang sering memakan sayuran berdaun hijau membuat hama, termasuk organisme, dikuasai oleh petani. Untuk tanaman hidroponik, bukan berarti tanaman tersebut bebas dari serangan hama, masih ada hama yang mengancam pertumbuhan tanaman.

Hama pada tanaman hidroponik

Tentunya sebagai penanam hidroponik, Anda perlu mengetahui hama apa saja yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Petani perlu mengetahui berbagai jenis hama, dan nantinya petani perlu mengetahui cara membasmi hama. Di sini, hydrafarm mengumpulkan 9 jenis hama tanaman hidroponik yang perlu Anda ketahui.
Ulat

Padahal, hama ulat bulu ini sangat populer di kalangan petani. Toh tidak perlu diragukan lagi popularitas ulat ini sendiri, bahkan sudah menjadi musuh bebuyutan para petani. Termasuk petani yang tanamannya sering diserang hama ulat. Salah satu jenis ulat yang sering menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak/Spodoptera litura.

Ulat jenis ini mampu memakan daun hingga habis dikonsumsi dalam waktu singkat, sehingga dapat mengganggu kemampuan fotosintesis tanaman cabai. Pada serangan stadium masif, ulat grayak memakan seluruh bagian daun, bahkan hanya menyisakan tulang daun.
semut

Semut adalah hama utama pertanian dan perkotaan yang dapat merusak tanaman dan menyerang daerah pemukiman baik di luar maupun di dalam ruangan.
lalat buah

Lalat buah merupakan salah satu serangga hama yang menyerang tanaman buah-buahan di lapangan. Terdapat 4.500 spesies lalat buah dari famili Tephritidae yang menjadi hama tanaman, dan terdapat 20 spesies dari genus Bactrocera yang merupakan hama penting buah dan sayuran di Asia (Vijaysegaran, 1998). Bactrocera sp. memiliki beberapa host seperti: jeruk, mangga, pepaya, nangka, alpukat, pisang, tomat, apel, nanas, pir, aprikot, terong, jambu biji dan melon.

Kehilangan hasil akibat serangan lalat buah di Indonesia cukup besar. Hal ini karena tahap penghancurnya adalah larva yang langsung menyerang buah tanaman. Untuk tanaman cabai kehilangan hasil bisa mencapai 80%. Luas serangan lalat buah diperkirakan mencapai 4.700 ha dengan kerugian Rp. 21,99 miliar pada tahun 2002.

Dalam pengendalian hama ini, petani telah melakukan pengendalian secara alami, antara lain mengemas buah, menutup tanaman dengan jaring plastik, mengasapi di sekitar pohon, dan lain-lain. Kesepakatan ini memungkinkan untuk lahan yang relatif sempit, tetapi tidak efisien untuk lahan puluhan hektar. Pengendalian lain yang telah dilakukan adalah sterilisasi jantan, kimiawi dan penggunaan perangkap dengan atraktan.

Sumber :