Preman Tobat yang Jadi Pengusaha Tambak Udang 700 Hektar

Sep 29, 2021 by admin
preman-tobat

Kisah seorang preman pertobatan yang kini menjadi pengusaha tambak kepiting seluas 700 hektar

preman-tobat

Tidak ada yang menyangka sebelumnya bahwa kehidupan mantan preman bernama Muhammad Iksan akan berubah 180 derajat.

Pengalaman pahit Iksan yang pernah menimbulkan kericuhan di jalan, menyadarkannya akan apa yang telah dilakukannya.

Dia sekarang diketahui telah bertobat dan menjalankan bisnisnya sendiri. Pria yang akrab disapa Bang Foreman ini juga berhasil memiliki tambak udang seluas 700 hektar.

Hasil kerja kerasnya yang tak kenal lelah dan masa lalu yang kelam membuat ini menjadi kisah yang menginspirasi. Berikut kisah Muhammad Iksan yang bermula di channel YouTube Helmy Yahya.

Sering menyulitkan orang tua

Bos tambak udang ini ternyata punya sejarah kelam. Iksan mengaku harus sering berurusan dengan pihak berwajib hingga membuat ibunya meneteskan air mata.

“Orang tua saya terus-menerus didatangi (polisi), masalah berlanjut, jadi saya akhirnya ke terminal. Tentu polisi tetap bekerja, sulit, ibu saya terus menangis,” katanya.

Rupanya keputusannya untuk keluar rumah bukanlah sebuah solusi. Saat itu, dia harus hidup sangat keras sehingga dia tidak bisa makan selama dua hari karena terpisah dari orang tuanya.

“Akhirnya, saya tidak mengerti bagaimana menghasilkan uang, saya tidak memakannya selama dua hari,” kenangnya.

Masalah terus menimpanya, tetapi dia harus terus hidup. Meski mengalami kesulitan dan terpaksa tidur di jalan, Iksan menolak pulang karena malu, di mana ia selalu menjadi beban keluarga.

“Saya kurang lebih melihat (kesulitan) tidur di depan toko, tidak pernah kembali ke kampung halaman, itu memalukan,” katanya.

Bertobat dan belajarlah ilmu ekonomi

Kehidupan di jalanan adalah tempat untuk menempa mentalitas Iksan agar semakin terbentuk. Setelah menjadi orang yang sering bertabrakan dengan orang lain, kini ia memutuskan untuk bertaubat.

Iksan akhirnya belajar berbisnis agar bisa mencari nafkah dengan cara yang benar dan benar. Dia memulai ini dengan seorang pedagang kaki lima.

“Belajar bisnis dari mentor saya. Syukurlah saya memulai bisnis preman jalanan, ketika saya pindah dari preman jalanan saya menyerah. Di situlah saya belajar (bisnis),” jelasnya.

Selama perjalanan bisnisnya, Iksan bertemu dengan berbagai sosok inspiratif yang memberinya banyak ilmu. Salah satunya tentu saja pengetahuan bisnis.

Iksan juga memulai usaha sendiri berupa tambak udang. Bisnisnya pun semakin berkembang dan sering dilanggan oleh perusahaan-perusahaan besar dan ternama di Indonesia.

Kini Iksan bisa kembali ke kampung halamannya di Muaragembong, Bekasi, Jawa Barat dan memulai usahanya. Sejauh ini tambak udang yang digunakan sudah seluas 700 hektar.

“Apakah Issan semua itu?” tanya Helmi. “Ya Pak. Alhamdulillah,” jawab Iksan. “Berapa? 700 hektar?” tanya Helmy lebih jauh. “700 hektare,” katanya.

Sumber :