Pengertian Perbedaan Senyawa dan Campuran

Feb 6, 2021 by admin
Pengertian-Perbedaan-Senyawa-dan-Campuran

Memahami Senyawa dan Campuran

Definisi suatu senyawa

 

Pengertian-Perbedaan-Senyawa-dan-Campuran

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penyatuan unsur-unsur dengan divisi tertentu. Suatu senyawa yang dihasilkan dari reaksi kimia antara dua atau lebih unsur dengan membentuk suatu reaksi. Koneksi memiliki sifat yang berbeda dari elemen penyusunnya. Misalnya, dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen dapat bergabung membentuk molekul air (H2O).

Memahami Senyawa Organik

Senyawa organik adalah sekelompok besar senyawa kimia yang mengandung molekul karbon, kecuali karbida, karbonat, dan karbon oksida.

Ilmu yang mempelajari senyawa organik disebut kimia organik. Banyak dari senyawa organik ini, seperti protein, lemak dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.

Di antara golongan senyawa organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah menjadi gugus fungsi; Hidrokarbon aromatik, senyawa yang mengandung paling sedikit satu cincin benzen; Senyawa heterosiklik yang menggabungkan atom non-karbon bebas ke dalam struktur cincin; Dan polimer, rantai panjang molekul cluster diulang.

Memahami Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik adalah senyawa yang tidak memiliki atom karbon. Senyawa bisa dibentuk oleh unsur logam dan logam, nonlogam dan logam, dan sebagainya.

Pengertian Mixed

Campuran adalah zat yang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih zat berbeda tanpa terjadi reaksi kimia (benda tidak saling menempel).

Definisi Campuran yang Homogen

Campuran yang homogen adalah suatu campuran dengan tampilan dan komposisi yang seragam. Campuran homogen terdiri dari partikel berukuran kecil (tidak terlihat oleh mata) dan tidak persisten jika diizinkan.

Apa itu campuran heterogen

Campuran heterogen yang terdiri dari zat atau fase berbeda. Campuran heterogen terdiri dari partikel besar (mata telanjang) dan akan bertahan jika diizinkan. Campuran heterogen juga disebut suspensi.

Perbedaan senyawa dan campuran

Senyawa

Kombinasi dari dua atau lebih unsur melalui reaksi kimia disebut senyawa. Oleh karena itu, suatu senyawa juga dapat diartikan sebagai zat tunggal yang dapat dibedah menjadi zat sederhana lainnya melalui reaksi kimia.

Contoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air.

Air adalah kombinasi hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, H2O. Reaksi kimia dapat mengubah air menjadi hidrogen dan oksigen.

Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama ada dalam gas, ketika mereka bersatu dan terikat satu sama lain, bentuknya bisa berubah menjadi cairan.

Berdasarkan asal pembentukannya, senyawa tersebut dibedakan menjadi dua jenis yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau dari fotosintesis. Senyawa ini terdiri dari unsur karbon (C) sebagai set utama.

Sifat senyawa organik tidak mudah larut dalam air, tetapi akan larut karena bercampur dengan pelarut yang juga bersifat organik.

Selain itu, karena pembentukan karbon (C), senyawa organik cenderung mudah terbakar. Contoh senyawa organik termasuk gula (C12H22O11), alkohol (C2H5OH) dan Urerea (CO (NH2) 2).

Sedangkan senyawa anorganik berasal dari sumber mineral yang terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang relatif tinggi dibandingkan senyawa organik.

Senyawa anorganik larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar. Contoh senyawa anorganik yaitu air (H2O), garam (NaCl), karbondioksida (CO2), dan masih banyak lagi.

Campuran

Misalkan Anda mencampurkan dua zat berbeda yaitu air dan garam, sehingga hasilnya adalah air asin. Air garam yang Anda dapatkan disebut campuran.

Dengan kata lain, campuran adalah zat yang dibuat dari gabungan dua zat atau lebih yang berbeda tanpa mengalami reaksi kimia.

Kombinasi zat-zat tersebut dapat berupa senyawa dengan senyawa, unsur dengan unsur atau senyawa dengan unsur. Namun, zat tidak dapat menyatu secara kimia karena mempertahankan sifat aslinya.

Campuran tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu campuran homogen dan heterogen. Campuran homogen terjadi jika semua bahan komposit campuran tidak dibedakan satu sama lain.

Namun sifat dari masing-masing material komponen masih terlihat.

Misalnya mencampurkan air dengan susu bubuk kakao. Saat Anda mencampurkan kedua zat tersebut, air dan bubuk kakao dicampur ke dalam cairan cokelat.

Akibatnya, Anda tidak bisa melihat substansi air dan susu. Namun sifat dari masing-masing zat tetap terlihat, yaitu sifat cair dari air serta rasa manis dan coklat pada susu bubuk coklat.

Sedangkan campuran heterogen terjadi bila semua bahan penyusun campuran dan khasiatnya masih dapat dibedakan satu sama lain. Contohnya adalah campuran air dengan minyak goreng.

Baca Juga: