Mitokondria adalah: Pengertian, Sifat, Fungsi, Struktur

Apr 2, 2021 by admin
Mitokondria-adalah-Pengertian-Sifat-Fungsi-Struktur

Apa itu Mitokondria?
Buka baca cepat

Mitokondria adalah organel uniseluler yang berperan sebagai lokasi fungsi pernapasan pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Adapun fungsi seluler lainnya seperti metabolisme asam lemak, homeostasis kalsium, transmisi sinyal seluler, biosintesis pirimidin dan produksi energi berupa adenosin trifosfat di jalur katabolik. Mitokondria memiliki struktur berupa organel sitoplasma granular atau berserabut. Terdiri dari dua membran, yang masing-masing merupakan lapisan ganda fosfolipid dengan seperangkat protein unik yang tertanam di dalamnya. Membran luar memiliki tekstur yang halus, tetapi membran bagian dalam memiliki lipatan, dengan lipatan ke dalam yang disebut krista. Membran dalam menjadi dua kompartemen dalam, yaitu ruang antara membran dan matriks mitokondria. Matriks ini mengandung banyak enzim serta DNA mitokondria dan ribosom.

Mitokondria-adalah-Pengertian-Sifat-Fungsi-Struktur
Sifat mitokondria

Berikut beberapa ciri mitokondria diantaranya:

Hidup di sel eukariotik.
Umumnya berbentuk oval.
Diameternya sekitar 0,5 µm dan panjang 0,5 sampai 1 µm.
Organel hanya memiliki dua lapisan membran, yaitu membran dalam dan membran luar.
Ada ruang yang disebut matriks. Matriks mengandung enzim dan protein. 6. Ada kerutan yang disebut krista (krista).
Kebanyakan sel hanya memiliki satu sel. Sel dengan banyak mitokondria dapat ditemukan di jantung, hati, dan otot. Ini karena sel-sel di bagian ini membutuhkan energi paling banyak.
Ada pori-pori di bagian luar sehingga bisa permeabel.
Memiliki sistem genetik tersendiri berupa ribosom, mtDNA dan rRNA. Sistem genetik mitokondria lebih mirip dengan bakteri (prokariota) daripada nukleus itu sendiri. Hal ini menimbulkan hipotesis bahwa mitokondria adalah makhluk hidup yang bersimbiosis dengan sel eukariotik.
Mirip dengan α-proteobacteria pada organisme prokariotik.

Baca lebih lanjut: Hak Cipta
Fungsi mitokondria

Mitokondria memiliki fungsi yang sangat penting yaitu menghasilkan energi. Makanan yang kita konsumsi dipecah menjadi molekul sederhana seperti karbohidrat, lemak, dll. Ini dikirim ke mitokondria di mana mereka memprosesnya lebih lanjut untuk menghasilkan molekul bermuatan yang bergabung dengan oksigen dan menghasilkan molekul ATP. Keseluruhan proses ini dikenal sebagai fosforilasi oksidatif.
Mitokondria memainkan peran yang sangat penting dalam mempertahankan konsentrasi ion kalsium yang memadai dan cukup di berbagai kompartemen sel. Mitokondria dapat membantu sel mencapai tujuan ini dengan bertindak sebagai tangki penyimpanan yang dapat menyimpan ion kalsium.
Mitokondria juga berperan dalam membangun bagian darah tertentu, serta hormon seperti testosteron dan estrogen.
Mitokondria yang ditemukan di sel hati memiliki enzim yang dapat mendetoksifikasi amonia.
Mitokondria berperan dalam proses kematian sel terprogram, yaitu sel yang tidak diinginkan, dan jumlahnya terlalu banyak untuk dipotong selama perkembangan organisme. Proses ini dikenal sebagai apoptosis. Kematian sel yang tidak normal akibat disfungsi mitokondria mempengaruhi fungsi organ.

Struktur mitokondria

Berikut ini antara lain struktur mitokondria, yaitu:
1. Membran luar

Membran luar terdiri dari lapisan ganda fosfolipid semi permeabel yang mengandung protein porin. dengan perbandingan yang sama dan mengandung protein porin, yang membuat membran ini permeabel terhadap molekul kecil sebesar 6000 Dalton. Ion, ATP (adenosine triphosphate), ADP (adenosine diphosphate) dan molekul nutrien dapat mengalir ke lapisan ini (permeabel). Membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam mengangkut lipid ke matriks untuk melakukan β-oksidasi untuk menghasilkan asetil-KoA.
Baca lebih lanjut: Perusahaan itu

Fungsi:

Digunakan untuk perlindungan mitokondria.
Terdiri dari lipid dan protein.
Dapat ditembus oleh ATP, ion, ADP, dan molekul nutrisi.

2. Membran dalam

Membran dalam adalah bagian yang kurang permeabel, yang terbentuk dari molekul kompleks transpor elektron, kompleks ATP sintase, dan kompleks protein transpor. dibandingkan dengan membran luar yang terdiri dari 20% lipid dan 80% protein.
Fungsi:

Berfungsi sebagai pembangkit energi pada saat melakukan proses rantai pernafasan.
Sebagai penghasil beberapa protein khusus yang berperan dalam produksi ATP, yang mendukung proses reaksi oksidasi dan membantu menghasilkan elektron dan ATP sintetase

BACA JUGA :