Kalimat Tunggal: fitur, jenis, elemen, ekstensi, dan contoh

Jul 8, 2021 by admin
Kalimat-Tunggal-fitur-jenis-elemen-ekstensi-dan-contoh

Pengertian kalimat tunggal
Baca cepat Buka

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu struktur dan berbentuk cukup sederhana yang hanya memiliki satu subjek (S) dan satu predikat (P). Namun, dalam beberapa kasus sering ditemukan bahwa satu kalimat memiliki objek kalimat (O) dan kata keterangan (K) dalam strukturnya.
Memahami kalimat tunggal menurut para ahli

Kalimat-Tunggal-fitur-jenis-elemen-ekstensi-dan-contoh

Berikut beberapa pendapat ahli tentang kalimat individu, yaitu sebagai berikut:

1. Menurut Sutan Takdir Alisyahbana

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kalimat tunggal adalah kumpulan kata terkecil yang mengandung suatu pemikiran yang utuh.
2. Menurut Gorrys Keeraf

Menurut Gorrys Keeraf, satu kalimat adalah bagian dari pidato yang mendahului dan mengikuti keheningan. Sementara itu, intonasi menunjukkan bahwa bagian tuturan itu sudah lengkap.
3. Menurut Fachruddin A.E

Menurut Fachruddin A.E, kalimat tunggal adalah sekelompok kata yang memiliki makna tertentu, terdiri dari subjek dan predikat, serta tidak bergantung pada konstruksi gramatikal yang lebih besar.
Fitur kalimat individu

Di bawah ini adalah beberapa karakteristik dari satu set, sebagai berikut:

Satu kalimat hanya memiliki satu acara utama

Dengan kata lain, satu kalimat menggambarkan atau memediasi hanya satu peristiwa di dalamnya.

Contoh:

Kakak makan. (kalimat tunggal)
Kakak makan dan minum. (Perlengkapan koneksi)

Satu kalimat hanya memiliki satu struktur kalimat

Entah itu S P, S P O, atau S P O K, dengan kata lain, tidak ada dua unsur dalam kalimat yang sama.

Contoh:

Ahmad akan kuliah. (kalimat tunggal)

S P K

Ahmad pergi ke sekolah sedangkan Gita pergi ke pasar. (Perlengkapan koneksi)

S P K C. S K

Konjungsi atau tanda baca (,) tidak pernah digunakan dalam kalimat individu

Contoh:
Baca lebih lanjut: Memahami wabah

Ahmad adalah anak yang cerdas. (kalimat tunggal)

Jenis kalimat tunggal

Ada beberapa jenis kalimat tunggal, yaitu sebagai berikut:

1. Predikat nominal set

Dalam bahasa Indonesia ada jenis kalimat yang predikatnya terdiri dari kata benda [2] (termasuk kata ganti) atau frasa kata benda [3]. Dua kata benda atau frase kata benda yang sejajar dapat membentuk kalimat selama syarat subjek dan predikat terpenuhi. Syarat kedua unsur ini penting karena jika tidak terpenuhi, kata benda tidak membentuk kalimat. Perhatikan contoh berikut!

Buku cetak Bandung….
Buku itu dicetak di Bandung….

Urutan kata seperti pada angka (a) membentuk frase dan bukan kalimat, karena cetak Bandung merupakan deskriptor [4] dan bukan predikat. Di sisi lain, urutan angka (b) membentuk kalimat karena tanda pemisah frase memisahkan kalimat menjadi dua frase kata benda dengan predikat dengan cetakan pita. Kalimat dengan predikat nominal sering disebut kalimat persamaan atau kalimat setara. Kalimat setara nominal, frase kata benda pertama adalah subjek sedangkan yang kedua adalah predikat. Namun, jika frasa nomina pertama memiliki partikel, frasa nomina pertama menjadi predikat, sedangkan frasa nomina kedua menjadi subjek. Perhatikan contoh berikut!

1) Dia adalah guru saya.

2) Dia guru saya.

1) Orang ini adalah pencurinya.

2) Orang itu adalah pencurinya.

Dalam contoh (a1) dan (a2), subjek dari setiap contoh adalah dia dan orang ini. dalam contoh (b1) dan (b2), bagaimanapun, dia dan orang ini tidak lagi berfungsi sebagai subjek, tetapi sebagai predikat. Hal ini karena dalam struktur bahasa Indonesia secara keseluruhan, partikel mencirikan predikat.
2. Kalimat predikat verbal

Seperti yang kita ketahui, ada beberapa jenis kata kerja [5], yang masing-masing mempengaruhi jenis kalimat yang digunakan. Kita mengetahui adanya verba intransitif, semitransitif, dan transitif. Kata kerja transitif dibagi lagi menjadi ekstratransitif (atau monotransitif) dan dwitransitif. Namun, kalimat dengan predikat verba hanya dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

kalimat intransitif

Kalimat yang tidak memiliki objek dan tidak memiliki pelengkap hanya memiliki dua unsur fungsional wajib, yaitu subjek dan predikat. Secara umum, urutan kata adalah subjek-predikat. sebagai contoh:

Bu Camat sedang berbelanja.
Pak Halim belum datang.
Mereka mendarat (di tanah yang tidak bersih).
Dia pergi (dengan tongkat).
Kami berenang (biasanya) (Minggu pagi).
Nasi sudah menguning.

Dapat juga dilihat dari contoh ini bahwa beberapa verba yang berfungsi sebagai predikat dalam kalimat jenis ini memiliki awalan [6] dan beberapa memiliki awalan kuantitas-. Dari sudut pandang semantik, beberapa kata kerja ini memiliki makna yang melekat [7] dari proses (seperti menguning) dan banyak yang memiliki makna yang melekat pada tindakan (seperti berbelanja, datang dan mendarat). Karena predikat

Lihat Juga :

https://www.jpnn.com/news/mengenal-winning-eleven-gim-olahraga-paling-populer
https://www.wartaekonomi.co.id/read349487/bosan-main-game-itu-itu-aja-cobain-nih-mini-militia-god-mod-apk-unlimited-nitro-dan-ammo-2021
https://www.beritasatu.com/nasional/123845/ini-contoh-teks-prosedural-protokol-sederhana-kompleks
https://www.suara.com/bisnis/2021/07/08/092216/pentingnya-mengenal-dan-mempelajari-jenis-teks-prosedur
https://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/kabar/read/161461/keunggulan-dan-kurangnya-wa-web-sebagai-fitur-whatsapp
https://ayobandung.com/read/2021/07/08/250265/tahapan-mudah-penggunaan-wa-web
https://www.solopos.com/pengertian-teks-eksplanasi-adalah-ciri-struktur-kaidah-contoh-1137977
https://www.gamegim.com/
https://majalahkartini.co.id/
https://1news.id/
https://kebangkitan-nasional.or.id/