Pengertian Kalimat Baku, Ciri, Syarat dan Contoh Kalimat

Apr 4, 2021 by admin
kalimat-baku-dan-tidak-baku

Definisi Kalimat Standar dan Non-Standar

kalimat-baku-dan-tidak-baku

Kalimat baku adalah jenis kalimat yang disusun dengan benar berdasarkan kaidah yang berlaku dalam penyusunan kalimat dan harus sesuai dengan Enhanced Spelling or with (EYD) Sedangkan kalimat nonstandar itu sendiri merupakan kalimat yang tidak sesuai dengan aturan penulisan kalimat pada Enhanced Spelling (EYD).

Penulisan kalimat baku sering digunakan dalam tulisan formal maupun akademis. Hal ini dikarenakan kalimat baku akan dapat membuat tulisan menjadi berkesan dan juga dapat memahami dengan jelas maksud dan tujuannya jika ditulis oleh orang yang berkompeten. Sedangkan kalimat nonstandar sendiri sering ditemukan pada surat atau tulisan informal, seperti surat pribadi, catatan dan lain sebagainya. Dalam pembuatan Kalimat Standar memiliki karakteristik yang akan dijelaskan di bawah ini.

Karakteristik Kalimat Standar

Setelah memahami pengertian kalimat baku dan kalimat non baku, berikut ciri-ciri kalimat baku, diantaranya sebagai berikut:

  • Gunakan tanda baca yang benar.
  • Gunakan ejaan yang benar.
  • Menggunakan struktur bahasa yang tepat.
  • Gunakan huruf besar dengan tepat.
  • Dapat menyampaikan ide dengan baik atau tidak ambigu.
  • Jangan gunakan kata-kata yang berlebihan.
  • Memiliki koherensi antara ide dan struktur.
  • Memiliki struktur paralel.

Istilah Kalimat Standar

Di bawah ini adalah kondisi dalam kalimat standar, diantaranya sebagai berikut:

Menggunakan Tanda Baca yang Benar

Penggunaan tanda baca dalam sebuah kalimat sangat penting untuk dapat membuat kalimat menjadi baku atau tidak baku. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya, tanda petik harus disesuaikan dengan aturan penulisan kalimat bahasa Indonesia.

Contoh penggunaan Tanda Baca yang Benar:

  • Bibi berkata, “Bibi akan memasak sayur dan ikan malam ini.” (tidak standar)
  • Bibi berkata, “Bibi akan memasak sayur dan ikan malam ini.” (standar)

Menggunakan huruf kapital yang benar

Suatu kalimat akan menjadi nonstandar jika salah dalam penulisan huruf kapital, sehingga penggunaan huruf kapital tersebut harus diperhatikan. Huruf kapital digunakan untuk, misalnya nama orang, tempat, huruf pertama dalam kalimat dan seterusnya.

Contoh penggunaan huruf kapital yang benar:

  • Saat berkunjung ke Bandung, saya membeli bunga mawar di toko bunga. (tidak standar)
  • Saat berkunjung ke Bandung, saya membeli bunga mawar di toko bunga. (standar)

Memiliki Struktur Dan Tata Bahasa Yang Benar

Dalam kalimat baku juga harus memiliki ketelitian dalam struktur bahasanya serta tata bahasanya, artinya struktur dan tata bahasanya adalah kejelasan dimana struktur subjek, predikat, objek dan deskripsi menjadi bagiannya.

Contoh struktur dan tata bahasa:

  • Saudara memberi buku saudara perempuan. (tidak standar)
  • Kakak memberi adik sebuah buku. (standar)

Ide Campuran

Dalam kalimat baku yang termasuk dalam kalimat efektif harus memiliki syarat yang kokoh. Kalimat yang koheren adalah hubungan antar struktur sekaligus gagasan utama yang serasi atau saling mendukung.

Contoh solidaritas:

  • Menurut buku absensi, dia adalah anak paling rajin di sekolah. (tidak standar)
  • Dia adalah anak paling rajin di sekolah berdasarkan absen. (standar)

Simpan Kata

Kalimat baku juga harus memiliki efisiensi kata, penggunaan kata tersebut secara ekonomis akan menjadikan kalimat baku tersebut menjadi kalimat yang efektif.

Contoh penyimpanan kata:

  • Kedua tetangga saling memaafkan setelah diceraikan oleh pemimpin adat. (tidak standar)
  • Kedua tetangga saling memaafkan setelah diceraikan oleh pemimpin adat. (standar)

Logis atau Jelas

Sebuah kalimat akan dikatakan logis atau tidak ambigu jika kalimat tersebut dapat dicerna atau diterima secara bijaksana. Jika Anda membaca sebuah kalimat maka terdengar aneh, maka kalimat tersebut tidak baku.

Contoh kalimat logis atau tidak ambigu:

  • Guru meminta kami untuk meringkas buku geografi baru halaman 1 sampai 5 kepada kelas. (tidak standar)
  • Guru meminta kami untuk meringkas buku geografi baru pada halaman 1 sampai 5 di kelas. (standar)

Ejaan yang benar

Kalimat standar juga harus dieja dengan benar.

Contoh ejaan yang tepat:

  • Bantu saya menyelesaikan rekan saya oke kak! (tidak standar)
  • Bantu saya menyelesaikan pekerjaan rumah saya, bro! (standar)

Struktur paralel

Struktur paralel adalah paralel antara dua atau lebih kata, kalimat, atau satuan bahasa lain dalam satu rangkaian.

Contoh struktur parael ini dapat dilihat pada kalimat berikut:

  • Anda perlu membeli TV, memasangnya di atas meja, dan menyalakannya.

Mengapa kalimat di atas tidak sejajar? karena pada bagian “aktifkan” berbeda dengan bagian lainnya. Bagian ini berupa tanda seru sedangkan di bagian lainnya (beli dan pasang) berupa kata kerja. Ketidakkonsistenan ini menjadi jelas ketika kalimat ini dipecah menjadi beberapa bagian:

  • Anda harus membeli komputer.
  • Anda perlu menginstalnya di atas meja.
  • Anda harus menyalakannya.

Apakah Anda sudah merasa ada yang tidak nyaman? yang benar pada kalimat di atas adalah:

Anda perlu membeli TV, meletakkannya di atas meja dan menyalakannya.

Contoh lain:

  • Rian membantu Adit lalu membawanya pulang. (tidak standar)
  • Rian membantu Adit dan membawanya pulang. (Default)

Nah, itulah penjelasan kalimat baku dan kalimat non baku: makna, sifat, istilah dan contoh, semoga bermanfaat bagi anda.

Sumber :