6 Jenis Serangan Cyber yang Perlu Anda Ketahui, Jangan Dianggap Sepele

6 Jenis Serangan Cyber yang Perlu Anda Ketahui, Jangan Dianggap Sepele

Nov 1, 2022 by admin
6-Jenis-Serangan-Cyber-yang-Perlu-Anda-Ketahui,-Jangan-Dianggap-Sepele
Rate this post

Kasus peretasan baru-baru ini yang mengejutkan publik Indonesia tampaknya menunjukkan pentingnya keamanan siber.

6 Jenis Serangan Cyber yang Perlu Anda Ketahui, Jangan Dianggap Sepele

Aksi seorang hacker bernama Bjorka pun membuat warga negara tersebut waspada.
Baca juga

6-Jenis-Serangan-Cyber-yang-Perlu-Anda-Ketahui,-Jangan-Dianggap-Sepele

Oppo Find X6 Pro Diharapkan Bawa Chipset Baru, Ini Bocoran Fiturnya
Google sedang mencari lokasi baru untuk produksi piksel, negara ini adalah pilihan
Infinix Zero Ultra 5G muncul di halaman sertifikasi, membawa spesifikasi yang tangguh!

Bukan hanya kebocoran data seperti yang disebabkan oleh Bjorka, ada berbagai jenis serangan cyber. Berikut jenis-jenis serangan siber yang harus diwaspadai.

 

1. Penipuan, juga dikenal sebagai phishing

“Menyeret” korban yang menyamar sebagai pihak berwenang untuk masuk sering disebut sebagai penipuan.

Aktivitas phishing ini biasa terjadi di kalangan pencari kerja yang tiba-tiba menerima email dari orang lain yang menyamar sebagai perusahaan.

Biasanya, teknik menipu ini digunakan untuk menipu orang lain dan mendapatkan keuntungan ekonomi.
Didukung oleh GliaStudio
Ilustrasi Peretas. (Pexels/Saksham Choudhary)

2. Doxen

Doxing adalah teknik yang digunakan oleh Bjorka, khususnya hacking melalui penyebaran data atau informasi pribadi, untuk menarik “perhatian”.

Tak jarang pelaku menggunakan teknik ini dengan cara menyasar untuk mengintimidasi

orang atau kelompok yang dianggap musuh.

Teknik doxing ini tidak hanya merupakan upaya untuk mengintimidasi individu atau organisasi, tetapi juga dengan sengaja menekan nama mereka untuk keuntungan pribadi atau kolektif.

3. Masking

Teknik cloaking ini biasanya dilakukan dengan berpura-pura menjadi orang yang berwenang untuk mengakses jaringan.

Biasanya, penyusup yang menggunakan teknik penyelubungan ini berpura-pura memiliki akses gratis ke jaringan dengan memanipulasi protokol di jaringan.

4. Ransomware

Ransomware jenis ini biasanya menyerang perusahaan besar karena merupakan ransomware besar yang merugikan banyak orang.

Lebih sering daripada tidak, para pelaku peretasan ransomware ini secara sadar menetapkan harga tinggi untuk “tebusan” pada pihak yang dituju.

Pesan pemerasan ini seringkali sengaja disebarluaskan dalam sistem agar banyak orang mengetahuinya.

5. Rekayasa sosial

Rekayasa sosial dapat berlangsung di dunia nyata atau di dunia maya. Hal ini biasanya terjadi ketika ada dua pihak atau lebih dengan tujuan masing-masing, tetapi ada keuntungan yang diinginkan oleh salah satu pihak.

Jenis peretasan ini melibatkan upaya untuk mendapatkan informasi dari pihak lain dengan meyakinkan mereka bahwa mereka setuju atau “menghubungkan” dengan pendapat mereka.

Teknik sosialisasi ini biasa digunakan dalam obrolan perusahaan untuk mendapatkan data sensitif dari departemen atau divisi tertentu. Tidak hanya hack ini dilakukan secara elektronik, tetapi juga dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode yang sama.

6. Penculikan

Hack atau pembajakan ini menjadi “tren” di tahun 2010-an ketika teknologi ponsel mulai berkembang di Indonesia.

Namun, pembajakan saat ini menjadi salah satu metode peretasan yang paling populer, terutama pada sistem informasi dengan keamanan yang lemah.

Hack ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan informasi penting dari seseorang dan mendapatkan data tersebut untuk kepentingan individu atau kelompok.

Baca Juga :

https://pdamlebak.co.id