Grafik – definisi, sejarah, jenis, contoh, alat, bahan

Mar 13, 2021 by admin
Grafik-definisi-sejarah-jenis-contoh-alat-bahan

Grafik – definisi, sejarah, jenis, contoh, alat, bahan

Pahami grafik

Percetakan adalah seni dua dimensi yang dibuat melalui teknik pencetakan. Misal: sablon, letterpress (seperti prangko), planographic printing (litografi), dll.

Grafik-definisi-sejarah-jenis-contoh-alat-bahan
Menurut “Susanto”, grafik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Graphein” yang artinya “menulis”. Grafik dalam bahasa Inggris adalah grafik atau grafik, yaitu tulisan, lukisan dengan cara mengukir atau menggaruk.

Kata “grafis” mungkin mirip dengan istilah “gambar” dalam “desain grafis”, tetapi “grafis” di sini berarti seni mencetak manual tanpa mesin cetak. Bahkan jika pers adalah teknologi yang lebih maju saat ini, pencetakan grafik manual masih digunakan.

Alasannya hanya terletak pada pilihan estetika seorang seniman dalam pemilihan teknologi dan media. Ini juga bisa jadi karena proses pencetakan grafis manual sebenarnya lebih efisien daripada mesin cetak, karena mesin cetak tersebut hanya efektif dalam produksi industri skala besar.
Sejarah grafik

Awalnya seni grafis dikembangkan di Cina. Di sana seni grafis digunakan untuk menduplikasi kitab suci agama. Tulisan itu diukir di kayu dan dicetak di atas kertas. Cina menemukan kertas secara massal pada tahun 105 pada masa pemerintahan dinasti Yi.

Karya seni melalui media kayu dapat ditemukan di negara-negara Asoa yang memiliki budaya kuno dan kuat seperti China, Korea dan Jepang. Bangsa Romawi juga mengetahui bahwa teknik cetak ini digunakan untuk menghias jubah dengan mencetak perangko. Namun, teknik pencetakan ini terbelakang karena orang Eropa tidak mengenal kertas. Teknologi grafis mulai berkembang di Eropa pada abad ke-13 dengan penemuan alat bantu cetak oleh Gutterberg, yang juga mendirikan pabrik kertas pertama di Italia. Sejak itu, berbagai teknik pencetakan berkembang di Eropa.
Lihat juga: √ Ande Ande Lumut: A Short Story

Awalnya seni grafis di Indonesia merupakan media alternatif bagi seniman yang pernah bekerja di bidang lain seperti seni lukis atau seni pahat. Secara kronologis, cetakannya berasal sekitar tahun 1950-an, yaitu Suromo dan Abdul Salam di Yogyakarta yang bekerja dengan teknik potong kayu dan sebagian besar karyanya merupakan poster perjuangan. Tokoh lainnya adalah Marasutan (Jakarta) dan Mochtar Apin (Bandung).
Jenis grafik

Berikut adalah jenis-jenis seni grafis yaitu:

sablon

Sablon adalah salah satu teknik pencetakan paling populer yang dikenal sebagai sablon. Teknik yang digunakan untuk mencetak adalah dengan menggunakan kain kasa yang elastis, lentur, dan halus. Sablon biasanya digunakan untuk membuat poster, spanduk, kaos, dan lain-lain.
Pencetakan datar

Litografinya berasal dari bahasa Yunani yaitu Lithos dan Graphein. Litografi adalah grafik yang menggunakan teknik cetak datar yang menggunakan cetakan referensi yang terbuat dari lempengan batu kapur. Media batu kapur digunakan karena dapat menyerap minyak dan cairan tinta.
Tinggi cetak

Cetak letterpress atau cetak relief adalah salah satu cara pembuatan referensi cetak dengan membuat gambar relief pada permukaan media cetak. Contoh sederhana penggunaan teknik emboss adalah Cap. Media yang biasa digunakan dalam praktek teknik ini terdiri dari kayu lapis, logam, papan tulis, papan kayu, dan kayu lapis karet (linoleum).
Cetak satu

Pencetakan adalah teknik grafik dengan menggunakan referensi yang dicetak dari pelat logam (tembaga, besi, aluminium, seng, dll.). Teknik pembuatan bentuk dalam adalah dengan memotong atau mengikisnya secara langsung dengan alat tumpul. Ada juga yang menggunakan larutan senyawa asam nitrat yang bersifat korosif terhadap logam tembaga. Pencetakan seni grafis dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain pengukiran, etsa, mezzotint, dan titik kering.
Cetak foto atau foto

Pencetakan foto atau fotografi adalah berbagai seni grafis yang dihasilkan dari pengambilan gambar dengan kamera, mencuci film, dan mencetak gambar diam. Teknik pencetakan afdruk dalam fotografi analog menggunakan film, kertas foto, dan mesin cuci film digunakan sebagai kamera analog. Saat ini terdapat teknik printing terkait fotografi lainnya dalam perkembangannya yaitu teknik digital printing. Teknik ini menggunakan kamera digital dan dicetak di atas kertas menggunakan tinta, komputer, dan printer.

 

BACA JUGA :