E-learning, metode pembelajaran di era digital yang semakin diminati

E-learning, metode pembelajaran di era digital yang semakin diminati

Nov 5, 2022 by admin
E-learning,-metode-pembelajaran-di-era-digital-yang-semakin-diminati
Rate this post

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia telah membawa banyak perubahan. Hal ini juga tercermin dalam dunia pendidikan dengan maraknya e-learning sebagai metode pembelajaran di era digital ini.

E-learning, metode pembelajaran di era digital yang semakin diminati

Dengan berjalannya waktu, pembelajaran online dengan e-learning semakin banyak diadaptasi dan dinikmati oleh berbagai kalangan, tidak hanya anak sekolah.

E-learning,-metode-pembelajaran-di-era-digital-yang-semakin-diminati

Baca juga:
– GoSend Terbitkan Buku Panduan Menjadi Best Seller: GoSend Mendukung Pertumbuhan UMKM di Era Digital
– Niagahoster Virtual Career Fair, Penting untuk memahami dunia kerja di era digital
– Berbekal media sosial, ini adalah bisnis yang menjanjikan di era digital
– Dana usaha membantu UMKM beradaptasi dan berkembang di era digital

Menurut laporan digital April 2022 oleh Hootsuite dan We Are Social, 80% orang Indonesia

menggunakan internet untuk mencari informasi. Hampir setengah dari mereka, atau sekitar 44%, menggunakan Internet untuk tujuan belajar mereka.

E-learning juga tersedia tidak hanya untuk pelajar SMA dan mahasiswa tetapi juga untuk berbagai kalangan yang ingin mempelajari suatu mata pelajaran atau bidang untuk kebutuhan profesional atau menambah keterampilan. 40% dari 500 perusahaan top dunia juga menggunakan metode e-learning dalam program pelatihan mereka.

Liputan blog Niagahoster, akses mudah, dan berbagai format e-learning menjadi daya tarik utama bagi kebanyakan orang. Dari video, dokumen dalam bentuk PDF, kuis, hingga banyak yang membungkusnya dalam bentuk permainan yang menyenangkan.
E-Learning (Niagahoster)
E-Learning (Niagahoster)

Metode video e-learning yang paling menarik

Menurut Forbes, pasar e-learning global akan tumbuh menjadi $325 miliar pada tahun 2025, dua kali lipat pertumbuhan dalam dekade terakhir. Meskipun digunakan oleh berbagai bidang, e-learning telah berubah dengan cepat sejak pandemi 2020.
Didukung oleh GliaStudio

Metode pembelajaran yang beradaptasi dengan era digital akan semakin diminati. Apalagi dengan konten yang menarik, didesain secara kreatif dan interaktif seperti video dan animasi.

Berdasarkan laporan digital April 2022, lebih dari separuh pengguna internet di Indonesia atau sekitar 58,5% menggunakan video online sebagai media pembelajaran.

Metode pembelajaran e-learning dengan video dinilai cocok untuk generasi digital saat ini karena membuat mereka tertarik dan termotivasi untuk mempelajari dan memahami materi yang disampaikan dengan lebih mudah.

Metode video juga telah diadopsi oleh beberapa layanan kursus online menggunakan Learning Management System (LMS). Beberapa di antaranya adalah Kursus Zenius, Udemy dan Niagahoster. Perpaduan gambar dan suara dari metode video membuat materi e-learning mudah dipahami dan dicerna.

Ikut serta dalam mencerdaskan bangsa

Membangun Learning Management System (LMS) dengan konten yang menarik juga menjadi dambaan para guru atau orang yang memiliki pengetahuan lebih di bidang tertentu. Layanan kursus online yang mudah diakses akan membantu mencerdaskan bangsa.

Namun, dibutuhkan website dengan resource tinggi untuk membuat LMS yang mudah diakses oleh banyak orang dan dapat menampung materi pembelajaran dalam berbagai format.

“Website e-learning, meskipun digunakan oleh banyak orang untuk mengakses berbagai format materi, membutuhkan resource yang tinggi untuk membuat website lebih cepat, aman, dan lancar untuk dijelajahi,” jelas Ficky ​​Septian Ali, product manager Niagahoster.

Layanan cloud hosting Niagahoster yang memiliki resource tinggi sangat direkomendasikan bagi pengguna yang ingin membuat website LMS sendiri dengan berbagai materi. Cloud hosting Niagahoster dapat memenuhi kebutuhan sebuah website, sehingga kinerjanya selalu cepat dan dapat diandalkan.

Baca Juga :

https://aprikalsel.co.id/