Definisi dan hukum pernikahan

Jun 11, 2020 by admin
Definisi dan hukum pernikahan

Definisi dan hukum pernikahan

Definisi dan hukum pernikahan
robinschone.com Pernikahan adalah kontrak yang membenarkan hubungan antara seorang pria dan seorang wanita yang tidak Muhrim dan dapat menyebabkan hak dan kewajiban antara keduanya.
Hukum pernikahan dibagi menjadi lima jenis: (1) Sunnah, (2) wajib, (3) Makruh, (4) Jaiz dan (5) Haram. Sunnah adalah untuk mereka yang sudah memiliki kemampuan, baik secara ekonomi maupun psikologis. Ini wajib bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan dan jika mereka belum menikah mereka bisa jatuh ke dalam perzinaan. Makruh adalah untuk mereka yang tidak memiliki kemampuan. Jaiz adalah asal hukum. Dan Haram adalah untuk mereka yang ingin menyakiti wanita yang mereka nikahi.

HUKUM DAN PROPOSALNYA

Pada dasarnya, Islam sangat merekomendasikan mereka yang bisa menikah. Namun, karena berbagai kondisi, UU Perkawinan dapat dibagi menjadi lima jenis.
Pernikahan adalah hal yang sangat penting dan mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan orang tua. Pernikahan juga merupakan salah satu prinsip utama kehidupan masyarakat. Tanpa pernikahan, rumah tangga yang baik, teratur dan bahagia tidak akan terbentuk dan hal-hal di masyarakat tidak akan tenang. Misalnya, orang tidak dapat mengekang keinginan mereka, yang menyebabkan perkosaan dan bencana di masyarakat. Karena itu, cinta akan berkembang dengan pernikahan, cinta antara pria dan wanita, saling mengenal, saling membantu antara keluarga pria dan keluarga wanita dan dirawat oleh kehancuran keinginannya. Dia berkata kepada Rasulullah SAW, yang berarti: “Dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata: Raulullah SAW berkata kepada kami: Oh anak muda, siapa pun yang mampu dan ingin menikah, biarkan dia menikah, karena sebenarnya pernikahan menjadi Tutup.” mata orang-orang yang tidak diizinkan untuk melihat dan yang akan melindungi mereka dari godaan kesenangan. Dan mereka yang tidak bisa menikah harus berpuasa, karena keinginan mereka untuk wanita mengurangi mereka. “(HR Muttafaqu ‘Alaih) Muhrim Muhrim adalah orang yang melanggar hukum yang menikah. Dalam hal ini, ada empat belas orang sebagai berikut.